Accessibility Tools

Humas

Humas

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Cirebon (11/06) - Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) sekaligus Penanggung Jawab Panitia Nasional PMB PTKIN 2025 lakukan monitoring ke Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC). Dalam kunjungan monitoring yang berlangsung Rabu pagi (11/6), Prof. Zaenal didampingi langsung oleh Wakil Rektor I UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ayus A. Yusuf, Kabag Umum dan Akademik Zaenal Arifin, S.Ag., Ketua SPI Budi Affandi, M.Pd.I, serta Kepala Admisi dan Promosi Basiran, M.A. serta Ketua Pustikom Riyanto, ST., M. Kom.

Pekalongan (10/06) – Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) resmi dimulai hari ini, Senin (10/6). Pembukaan ujian dilakukan secara terpusat di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah Palembang dan disiarkan secara daring melalui Zoom ke seluruh PTKIN se-Indonesia.

Acara pembukaan dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. beserta Ketua Forum Rektor PTKIN sekaligus Ketua Panitia PMB PTKIN 2025, Prof. Masnun Tahir.

Ketua Panitia PMB PTKIN, Prof. Masnun menyampaikan bahwa pelaksanaan UM-PTKIN tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi sistem maupun kualitas pelaksanaan. Menurutnya, panitia nasional terus berkomitmen untuk menyelenggarakan seleksi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

"UM-PTKIN tahun ini tidak sekadar mempertahankan apa yang sudah berjalan, tetapi juga mengalami peningkatan dari sisi sistem dan kualitas pelaksanaan. SSE yang digunakan semakin stabil, efisien, dan mampu menjangkau lebih banyak peserta dengan kendali mutu yang terukur," ujar Prof. Masnun.

Lebih lanjut, Ketua Forum Rektor PTKIN menegaskan bahwa peningkatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun proses seleksi yang kredibel dan berkeadilan. “Kita ingin menciptakan sistem seleksi yang memberi ruang kepada semua calon mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tanpa batasan wilayah atau fasilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kualitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Ia berharap, melalui UM-PTKIN ini, PTKIN di seluruh Indonesia dapat menjaring calon mahasiswa yang unggul tidak hanya secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

“Kita tidak semata-mata mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Harapannya, mahasiswa yang diterima nantinya adalah mereka yang siap menjadi agen perubahan, yang mampu menjawab tantangan zaman serta membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial,” tutur Prof. Suyitno.

Dalam sesi interaksi via Zoom bersama perwakilan PTKIN se-Indonesia, Prof. Suyitno juga menunjukkan perhatian khusus terhadap aksesibilitas peserta ujian. Ia secara langsung menanyakan jumlah peserta difabel di tiap lokasi dan kesiapan panitia dalam memfasilitasi kebutuhan mereka.

“Ini penting agar tidak ada satu pun calon mahasiswa yang merasa tertinggal dalam proses seleksi ini,” lugasnya kepada panitia lokal.

Ia menegaskan bahwa inklusivitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan UM-PTKIN, dan seluruh PTKIN harus menjamin kenyamanan serta akses yang setara bagi seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas.

Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag., bersama dengan panitia UM-PTKIN UIN Gus Dur juga mengikuti sesi zoom ini. Untuk memastikan kelancaran, Prof. Zaenal juga melakukan monitoring secara langsung pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN Gus Dur.

Ditemui setelah melakukan monitoring, Prof. Zaenal menyampaikan terima kasih kepada panitian yang sudah mempersiapkannya dengan matang. “Saya melihat bahwa dari seluruh proses persiapan sampai pelaksanaan pada hari ini terutama pagi hari ini tadi, saya melihat dan monitoring sudah berjalan dengan baik dan tanpa ada kendala,” kata Prof. Zaenal. Prof. Zaenal berharap semoga pelaksanaan SSE UM-PTKIN ini bisa berjalan dengan baik sampai akhir pelaksanaan. (Pokja Humas UM-PTKIN)

 

Jakarta - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2025 akan segera dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Ribuan calon mahasiswa dari berbagai daerah akan mengikuti seleksi melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang menjadi sistem resmi dalam pelaksanaan ujian ini. Untuk memastikan ujian berjalan dengan lancar dan tertib, panitia pusat UM-PTKIN telah menetapkan sejumlah tata tertib dan ketentuan teknis yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta.

Pekalongan (05/06) – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. Hj. Shinta Dwi Rismawati, M.H., menerima audiensi dari Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia (IMABSII), Suryo Wibowo, pada Kamis (4/6). Audiensi berlangsung di lantai 3 Gedung Perpustakaan Kampus II UIN Gus Dur.

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…