Accessibility Tools

Humas

Humas

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Jakarta (23/06) - Menghadapi era digital, dan dalam rangka peningkatkan mutu, akses, dan reputasi akademik kampus, serta pentingnya integrasi teknologi terkini dalam tata kelola kampus, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) bersama Ahmad Rosyid, Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, serta Kabul Imam Mubin, staf UTIPD mengikuti Coaching Massive Open Online Course (MOOC) di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan MOOC ini diselenggarakan pada  tanggal 20 hingga 22 Juni 2024 di Hotel Mercure Jakarta Batavia.

Kegiatan Coaching MOOC dibuka oleh Prof. Dr. Amin Suyitno, selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Dalam sambutannya, Prof. Suyitno menyoroti bahwa selama ini perguruan tinggi dikelola secara konvensional, terutama dalam aspek pembelajaran. ”Padahal, generasi  Z lebih tertarik dengan dunia digital. Kuliah konvensional dan tatap muka, laksana mahasiswa melihat dosen sebagai berhala-berhala. Mahasiswa sejatinya sudah belajar kemana-mana melalui internet, media sosial, dan seterusnya. Kita harus melakukan revolusi, perubahan, dan beradaptasi dengan dinamika masyarakat serta teknologi informasi,” katanya. Prof. Suyitno juga menyoroti terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi. ”Salah satu penyebab UKT kampus tinggi adalah karena kita mengelola kampus secara konvensional. Layanan manual, butuh gedung-gedung perkantoran, ruang kelas, dan kuliah luring yang semuanya membutuhkan fasilitas fisik dan berbiaya mahal. Hal ini harus dirubah. MOOC solusinya. Kuliah bisa dari mana saja, kapan saja, dan murah, bahkan gratis,” tegasnya.

Prof. Suyitno menjelaskan bahwa Litbang dan Diklat Kementerian Agama memiliki pakta integritas untuk mempercepat pengelolaan kampus yang adaptif terhadap teknologi terkini, termasuk berbasis MOOC. ”PTKIN harus berubah menuju Corporate University (Corpu),” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam sistem pengelolaan perguruan tinggi.

Ahmad Danial dan Novi, narasumber dari Direktorat Pengembangan Akademik dan Sumber Daya Pembelajaran (DPASDP) Universita Indonesia menguraikan pentingnya pembelajaran berbasis MOOC dalam tiga aspek utama, yakni; peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses pendidikan, dan peningkatan reputasi akademik. Ketiga aspek ini, menjadi kunci untuk mewujudkan daya saing kampus ke level yang lebih progresif, maju, dan inklusif.

Prof. Maghfur menyambut positif, sangat antuasias, dan optimis atas kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini signifikan dan inspiratif untuk melakukan inovasi dalam tata kelola kampus dan pembelajaran di UIN Gus Dur. Namun demikan, perjalanan transformasi digital dalam tridharma masih butuh sumber daya. ”UIN Gus Dur perlu menyiapkan dukungan tata kelola, seperti kebijakan, pengelola, dan anggaran untuk pembelajaran daring. Selain itu, penyiapan konten seperti pedoman pengembangan materi, program pengembangan konten, dan peningkatan kapasitas penyelenggara juga sangat penting,” ujarnya.

Menurut Prof. Maghfur penerapan MOOC memerlukan infrastruktur yang memadai, termasuk fasilitas fisik dan Learning Management System (LMS). Tantangan terbesar dalam transformasi digital ini adalah membangun ekosistem dan kultur yang mendukung. ”Membangun kultur adalah tantangan transformasi digital yang paling berat,” kata Prof. Maghfur. Beliau menegaskan bahwa perubahan budaya di kalangan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menerima dan beradaptasi dengan teknologi baru adalah aspek krusial yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

Partisipasi aktif UIN Gus Dur dalam coaching MOOC ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Melalui dukungan kebijakan yang tepat, pengelolaan yang baik, serta peningkatan kapasitas dan infrastruktur, UIN Gus Dur siap dan bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses dan meningkatkan reputasi akademik, baik di level, lokal, nasional dan, maupun internasional.

Coaching MOOC ini bukan sekedar memperkuat kapasitas kampus, tetapi juga mempersiapkan pengelola dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan. Adaptasi adalah keniscayaan. Hanya berbekal adaptasi yang tepat terhadap teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan stakeholders UIN Gus Dur dapat mencetak lulusan yang berdaya saing, bermanfaat, serta berkonstribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Kontributor : Miftahul Huda

Editor           : Baryachi

Pekalongan (21/05) - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menghadiri undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia KBRI Riyadh Saudi Arabia, H. Badrusoleh,P.hD pada Kamis, 20 Juni 2024 bertempat di di Sekolah Indonesia Luar Negeri Makkah, distrik Alghassalah jabal Nur Makkah. Dalam hal ini UIN Gus Dur diwakili oleh Dr. Muhandis Az Zuhri, M.A., Wakil Dekan  Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin, Adab & Dakwah.

Kajen (19/06) - Merespon berbagai regulasi karir dosen terkini, Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atau UIN Gus Dur menunjukkan komitmennya untuk memberi layanan terbaik dalam meningkatkan kualitas dan karir dosen dengan menggelar Webinar Karir Dosen yang bertajuk ”Diseminasi Pelaksanaan Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.” Acara ini berlangsung pada Rabu, 19 Juni 2024, melalui platform Zoom, dengan menghadirkan dua narasumber ternama dan bereputasi, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag dan Prof. Dr. Sutikno, ST. MT.

Pekalongan (20/06) - Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang lebih dikenal dengan sebutan UIN Gus Dur, telah mencatatkan pencapaian membanggakan dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Melalui jalur UM-PTKIN, jumlah pendaftar mencapai angka 5.142 peserta. Prestasi ini menempatkan UIN Gus Dur dalam daftar 20 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah pendaftar terbanyak se-Indonesia.

                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…