More...
Kajen (01/07) - Pada hari Rabu, 26 Juni 2024, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) resmi menerima paket Booth Pojok Pengawasan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI). Acara serah terima ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Rektor UIN Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., dan Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Pakerti Luhur, Ak, MM.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Monitoring SSE UM-PTKIN
Written by HumasKajen - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., melakukan kunjungan dan monitoring ke lokasi pelaksanaan SSE UM-PTKINSeleksi Sistem Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) 2024di UIN Gus Dur pada Kamis, 28 Juni 2024.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan terkini terkait kelancaran SSE UM-PTKIN di UIN Gus Dur.
Prof. Muhlisin merasa puas dengan kinerja panitia pelaksanaan SEE UM-PTKIN UIN Gus Dur. "Pada hari ini, kami melakukan monitoring terhadap pelaksanaan ujian masuk sistem seleksi elektronik di Perguruan Tinggi Islam Negeri. Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan ujian ini secara adil, transparan, dan profesional," ungkap Prof. Muhlisin saat ditemui di lokasi tes.
"Selama proses monitoring, kami memastikan bahwa seluruh tahapan ujian berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Kami juga memantau bahwa sistem elektronik yang digunakan berfungsi dengan baik dan tidak ada kendala teknis yang mengganggu jalannya ujian," imbuhnya.
Prof. Muhlisin berharap para peserta dapat mengikuti ujian ini dengan tenang dan fokus, serta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. "Semoga pelaksanaan ujian ini berjalan lancar dan menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas untuk Perguruan Tinggi Islam Negeri," harap Prof. Muhlisin.
Peninjauan yang dilakukan oleh Prof. Muhlisin menunjukkan komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam mendukung pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru, terutama di UIN Gus Dur diselenggarakan secara transparan dan adil.
Penulis : Baryachi
Editor : Anik Maghfiroh
Lakukan Monitoring SSE UIN Gus Dur, Wakil Rektor Bidang Akademik: Tingkat Kehadiran Peserta Tinggi
Written by HumasKajen (26/6) - Dalam rangka mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan melakukan seleksi lewat berbagai jalur, salah satunya SSE UM-PTKIN. Pada pelaksanaan hari ketiga Ujian Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berlangsung dengan tingkat kehadiran peserta yang tinggi. Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., melakukan monitoring langsung untuk memastikan kelancaran ujian yang diikuti oleh 2.097 peserta, yang terbagi dalam 12 sesi.
Menurut data yang dikumpulkan dari sistem dan manual, tingkat kehadiran peserta ujian menunjukkan angka yang menggembirakan. Pada sesi I, kehadiran mencapai 95,26%, sesi II mencapai 91,05%, sesi III sebesar 94,21%, sesi IV sebesar 91,58%, sesi V sebesar 94,74%, sesi VI sebesar 95,79%, sesi VII dan VIII sama-sama mencapai 94,21%, dan sesi IX kembali mencapai 95,26%. Maghfur mengapresiasi antusiasme para peserta yang tetap hadir dan serius mengikuti ujian di tengah berbagai tantangan yang ada.
Kehadiran peserta yang relatif tinggi ini menunjukkan bahwa terdapat komitmen kuat para peserta ujian. ”Kami berharap agar para peserta tidak hanya hadir, tetapi juga mengerjakan soal dengan sebaik mungkin, karena hasil ujian ini akan menjadi indikator penting dalam menentukan masa depan akademik mereka di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan,” ungkap Maghfur di sela-sela monitoring.
Maghfur mengungkapkan bahwa input yang berkualitas menjadi fondasi bagi proses pembelajaran yang lebih bermutu di UIN Gus Dur. ”Kami menilai bahwa peserta ujian kali ini sangat kompetitif, dan ini memberikan optimisme bahwa mereka akan menjadi mahasiswa yang berdaya saing tinggi,” kata Maghfur. Seleksi yang kompetitif ini, mengisyaratkan bahwa ke depan, UIN Gus Dur diharapkan dapat terus menghasilkan lulusan-lulusan yang mampu berperan di masyarakat dan bersaing di pasar kerja.
Hasil monitoring di hari hari ketiga Ujian SSE UM-PTKIN menunjukkan bahwa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mampu menarik dan mempertahankan calon mahasiswa yang berkualitas. Tingkat kehadiran yang tinggi dan semangat peserta ujian menjadi indikator positif bagi perkembangan UIN Gus Dur. Melalui dukungan semua pihak, UIN Gus Dur optimis dapat terus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu, berkiprah di masyarakat, dan bersaing di semua level.
Penulis : Miftahul Huda
Editor. : Anik Maghfiroh
Kajen (25/06) - Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan seleksi serentak masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE - UM PTKIN) tahun 2024 yang dilaksanakan di Kampus 2 UIN Gus Dur, Kajen. Monitoring yang dilakukan pada Selasa, 25 Juni 2024 ini dilakukan guna memastikan kelancaran proses seleksi dan kesiapan penyelenggara dalam menjalankan prosedur yang telah ditetapkan.
Pekalongan (24/06) - Mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) raih juara 2 dalam Debat Competition Festival Legislatif Tingkat Nasional yang di adakan DPM FMIPA UNNES pada 22 Juni 2024. Kontingen UIN Gus Dur tersebut diantaranya Windi Tia Utami, Rosila Amalia dan Fitriyani.
Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Hadiri Pembukaan Ujian SSE UM-PTKIN Tahun 2024
Written by HumasBandung (24/06) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M. Ag., turut menghadiri acara pembukaan Ujian Seleksi Sistem Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2024 yang dilaksanakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Senin, 24 Juni 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Acara yang diselenggarakan secara hibrid ini juga diikuti oleh Rektor dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan 59 Panitia lokal melalui zoom meeting yang terdiri dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 1 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
UIN Gus Dur Pekalongan Selenggarakan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Tahun 2024
Written by HumasPekalongan (24/06) - Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menyelenggarakan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) untuk tahun 2024. Seleksi ini menjadi bagian dari upaya UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk terus meningkatkan kualitas penerimaan mahasiswa baru yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. SSE UM-PTKIN ini diselenggarakan Senin hingga Kamis (24 - 27 Juni 2024) bertempat di kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Kajen dan dibagi menjadi 12 sesi.
Jakarta (23/06) - Menghadapi era digital, dan dalam rangka peningkatkan mutu, akses, dan reputasi akademik kampus, serta pentingnya integrasi teknologi terkini dalam tata kelola kampus, Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) bersama Ahmad Rosyid, Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data, serta Kabul Imam Mubin, staf UTIPD mengikuti Coaching Massive Open Online Course (MOOC) di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan MOOC ini diselenggarakan pada tanggal 20 hingga 22 Juni 2024 di Hotel Mercure Jakarta Batavia.
Kegiatan Coaching MOOC dibuka oleh Prof. Dr. Amin Suyitno, selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Dalam sambutannya, Prof. Suyitno menyoroti bahwa selama ini perguruan tinggi dikelola secara konvensional, terutama dalam aspek pembelajaran. ”Padahal, generasi Z lebih tertarik dengan dunia digital. Kuliah konvensional dan tatap muka, laksana mahasiswa melihat dosen sebagai berhala-berhala. Mahasiswa sejatinya sudah belajar kemana-mana melalui internet, media sosial, dan seterusnya. Kita harus melakukan revolusi, perubahan, dan beradaptasi dengan dinamika masyarakat serta teknologi informasi,” katanya. Prof. Suyitno juga menyoroti terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi. ”Salah satu penyebab UKT kampus tinggi adalah karena kita mengelola kampus secara konvensional. Layanan manual, butuh gedung-gedung perkantoran, ruang kelas, dan kuliah luring yang semuanya membutuhkan fasilitas fisik dan berbiaya mahal. Hal ini harus dirubah. MOOC solusinya. Kuliah bisa dari mana saja, kapan saja, dan murah, bahkan gratis,” tegasnya.
Prof. Suyitno menjelaskan bahwa Litbang dan Diklat Kementerian Agama memiliki pakta integritas untuk mempercepat pengelolaan kampus yang adaptif terhadap teknologi terkini, termasuk berbasis MOOC. ”PTKIN harus berubah menuju Corporate University (Corpu),” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam sistem pengelolaan perguruan tinggi.
Ahmad Danial dan Novi, narasumber dari Direktorat Pengembangan Akademik dan Sumber Daya Pembelajaran (DPASDP) Universita Indonesia menguraikan pentingnya pembelajaran berbasis MOOC dalam tiga aspek utama, yakni; peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses pendidikan, dan peningkatan reputasi akademik. Ketiga aspek ini, menjadi kunci untuk mewujudkan daya saing kampus ke level yang lebih progresif, maju, dan inklusif.
Prof. Maghfur menyambut positif, sangat antuasias, dan optimis atas kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini signifikan dan inspiratif untuk melakukan inovasi dalam tata kelola kampus dan pembelajaran di UIN Gus Dur. Namun demikan, perjalanan transformasi digital dalam tridharma masih butuh sumber daya. ”UIN Gus Dur perlu menyiapkan dukungan tata kelola, seperti kebijakan, pengelola, dan anggaran untuk pembelajaran daring. Selain itu, penyiapan konten seperti pedoman pengembangan materi, program pengembangan konten, dan peningkatan kapasitas penyelenggara juga sangat penting,” ujarnya.
Menurut Prof. Maghfur penerapan MOOC memerlukan infrastruktur yang memadai, termasuk fasilitas fisik dan Learning Management System (LMS). Tantangan terbesar dalam transformasi digital ini adalah membangun ekosistem dan kultur yang mendukung. ”Membangun kultur adalah tantangan transformasi digital yang paling berat,” kata Prof. Maghfur. Beliau menegaskan bahwa perubahan budaya di kalangan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk menerima dan beradaptasi dengan teknologi baru adalah aspek krusial yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Partisipasi aktif UIN Gus Dur dalam coaching MOOC ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Melalui dukungan kebijakan yang tepat, pengelolaan yang baik, serta peningkatan kapasitas dan infrastruktur, UIN Gus Dur siap dan bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses dan meningkatkan reputasi akademik, baik di level, lokal, nasional dan, maupun internasional.
Coaching MOOC ini bukan sekedar memperkuat kapasitas kampus, tetapi juga mempersiapkan pengelola dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan. Adaptasi adalah keniscayaan. Hanya berbekal adaptasi yang tepat terhadap teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan stakeholders UIN Gus Dur dapat mencetak lulusan yang berdaya saing, bermanfaat, serta berkonstribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Kontributor : Miftahul Huda
Editor : Baryachi
Pekalongan (21/05) - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menghadiri undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia KBRI Riyadh Saudi Arabia, H. Badrusoleh,P.hD pada Kamis, 20 Juni 2024 bertempat di di Sekolah Indonesia Luar Negeri Makkah, distrik Alghassalah jabal Nur Makkah. Dalam hal ini UIN Gus Dur diwakili oleh Dr. Muhandis Az Zuhri, M.A., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Ushuluddin, Adab & Dakwah.

