More...
Pekalongan (23/10) - Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Non Optimalisasi di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah resmi digelar hari ini, Kamis (23/10/2025). Kegiatan berlangsung secara hybrid di UIN K.H. Abdurrahman Gus Dur Pekalongan, dengan pusat kegiatan terhubung langsung ke Kementerian Agama RI di Jakarta melalui Zoom Meeting yang diikuti serentak oleh seluruh satuan kerja Kemenag di Indonesia.
Student Centre UIN Gus Dur Pekalongan Menjadi Saksi Ratusan PPPK Kemenag Jawa Tengah Terima SK
Written by HumasPekalongan (23/10) – Suasana haru bercampur bahagia memenuhi Gedung Student Centre Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), ketika ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Jawa Tengah resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka, Kamis (23/10/2025).
UIN Gus Dur Pekalongan Gandeng Bank Syariah Indonesia untuk Penyaluran Program KIP Kuliah
Written by HumasPekalongan - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pekalongan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyaluran Bantuan Biaya Pendidikan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Kegiatan ini dilaksanakan di Cava, Pekalongan, pada Selasa 21 Oktober 2025, dan dihadiri oleh pimpinan kedua institusi.
Jakarta (Kemenag) - Kabar gembira datang bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2025. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.
UIN Gus Dur Pekalongan Laksanakan Apel Hari Santri 2025, Rektor Bacakan Amanat Menteri Agama
Written by HumasPekalongan (22/10) — Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melaksanakan Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2025 di halaman Gedung Student Centre kampus 2 Kajen, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang turut mengenakan busana khas santri.
Pekalongan (21/10) - Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN), Prof. Dr. Zaenal Mustakim, M.Ag., memberikan apresiasi atas langkah strategis Kementerian Agama (Kemenag) dalam mewujudkan program Asta Cita sebagai arah pembangunan dan transformasi kelembagaan menuju birokrasi yang semakin profesional, inklusif, dan berintegritas.
Langkah Kemenag Wujudkan Asta Cita: dari Jaga Kerukunan untuk Pembangunan hingga Sejahterakan Guru
Written by HumasJakarta - Setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting bagi Kementerian Agama (Kemenag) untuk menghadirkan wajah kehidupan beragama yang lebih inklusif, produktif, dan menyejahterakan.
Jakarta (Kemenag) – Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. h. Zaenal Mustakim, M. Ag hadir langsung pada acara Pesantren Award. Malam Anugerah Pesantren Award 2025 digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada Senin, 20 Oktober 2025 di Aula H.M. Rasjidi, kementerian Agama, Jakarta. Ajang ini sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pesantren, santri, dan para tokoh yang berkontribusi dalam penguatan pendidikan Islam di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menyampaikan bahwa Pesantren Award 2025 merupakan penyelenggaraan perdana yang telah dipersiapkan melalui proses panjang dan ketat sejak 7 Juli 2025.
“Pesantren Award bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi ruang apresiasi bagi dedikasi panjang pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Kita ingin dunia pesantren semakin mendapat tempat dalam pembangunan nasional,” ujar Dirjen Pendis di Aula H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag Thamrin, Senin (20/10/25).
Suyitno juga mengapresiasi kerja keras dewan juri yang terdiri dari tokoh lintas bidang, di antaranya Alissa Wahid selaku Ketua Dewan Juri, bersama jajaran juri lainnya. “Saya menyaksikan langsung bagaimana para juri berdiskusi dengan penuh integritas untuk memastikan penghargaan ini diberikan kepada mereka yang benar-benar berkontribusi bagi dunia pesantren,” tambahnya.
Acara yang turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, jajaran pejabat Kementerian Agama dan juga tokoh-tokoh pesantren nasional ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 pada 22 Oktober endatang.

Sementara itu Rektor UIN Gus Dur, Prof. Zaenal, dihubungi pasca acara, Ia menyambut baik penyelenggaraan Pesantren Award ini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi pesantren, tetapi juga wujud nyata komitmen Kemenag dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam di Indonesia.
“Semangat kepesantrenan harus kita bawa dalam dunia akademik. Pesantren Award menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara kampus dan pesantren,” ungkap Prof. Zaenal.
Dirjen Pendidikan Islam melaporkan, penghargaan diberikan dalam empat kategori utama: Santri Inspiratif, Pesantren Transformatif, Kepala Daerah Peduli Pesantren, dan Lifetime Achievement. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi rangkaian menuju Puncak Hari Santri di Masjid Istiqlal dan upacara nasional di Lapangan Banteng pada 22 Oktober 2025.
Berikut adalah para peraih penghargaan:
Kategori Santri Inspiratif
Penghargaan diberikan kepada santri-santri berprestasi yang menunjukkan semangat belajar, inovasi, dan pengabdian tinggi di lingkungan pesantren, yaitu:
- Khoirul Adib, Pondok Pesantren Darul Ilmi, Meteseh – Semarang
- Qatratun Nadia, Pondok Pesantren Fadlun Minallah, Bantul
- Tsuroiyah Hamidah, Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan
Kategori Pesantren Transformatif
Penghargaan ini diberikan kepada pesantren yang berhasil melakukan inovasi dan transformasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, yaitu:
- Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut
- Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman
- Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo – Situbondo
Kategori Kepala Daerah Peduli Pesantren
Kategori ini diberikan kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan pesantren melalui kebijakan dan program pembangunan.
Subkategori: Mendukung Program Pesantren
- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru
- Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari
- Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir
- Bupati Bantaeng, Fathul Fauzy Nurdin
Subkategori: Mendukung 3 Fungsi Pesantren (Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Masyarakat)
- Gubernur Jawa Timur, Khofifah
- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf
Kategori Lifetime Achievement
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada tokoh-tokoh besar yang meninggalkan warisan luar biasa dalam dunia pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia. Mereka dikenang atas dedikasi, keikhlasan, dan kontribusi sepanjang hayatnya:
- KH. A. Sahal Mahfudz
- KH. Achmad Shiddiq
- KH. Imam Zarkasyi
- KH. Ali Yafie
- KH. AR. Fachruddin
- KH. Ahmad Azhar Basyir
- KH. Ambo Dalle
- Nyai Hj. Sholihah Wahid

Ketua Dewan Juri, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa seluruh tokoh tersebut telah meninggalkan jejak luar biasa dalam pendidikan pesantren dan pembangunan bangsa. “Dari ketulusan mereka, lahirlah keabadian. Mereka bukan hanya guru bagi santri, tetapi juga inspirasi bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan peresmian Gerakan Wakaf Santri Nusantara oleh Menag, Sekjen Kemenag, Dirjen Pendis, dan Direktur Pesantren Basnang Said. Momen ini menjadi penanda penting dalam sejarah pesantren Indonesia, sebuah langkah monumental yang menggabungkan spiritualitas pesantren, teknologi modern, dan semangat partisipasi nasional.
Gerakan ini diinisiasi untuk menggerakkan potensi ekonomi syariah produktif berbasis pesantren, dengan santri sebagai motor utamanya. Aksi simbolis yang dilakukan dalam peresmian tersebut menandai kebangkitan ekonomi syariah produktif yang digerakkan oleh santri di seluruh Indonesia.
Sumber: Menag RI
Editor : Baryachi
Rektor UIN Gus Dur Apresiasi Capaian Menag Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. yang Raih Apresiasi Kinerja Tertinggi versi Poltracking Indonesia
Written by HumasPekalongan (20/10) – Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang memperoleh apresiasi kinerja tertinggi versi Poltracking Indonesia di antara 52 pejabat setingkat Menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih.

