Accessibility Tools

Humas

Humas

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 Pekalongan (03/09) – Suasana haru menyelimuti Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) yang berlangsung pada hari ini (03/09/2025) di Gedung Student Centre. Pada prosesi tersebut, ijazah almarhum Muhammad Robi’ul Ula, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris angkatan 2021, diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga.

Pekalongan (03/09) – Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atau yang lebih dikenal sebagai UIN Gus Dur kembali mencetak sejarah akademik dengan menggelar Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 pada hari ini. Sebanyak 1.361 wisudawan dari berbagai fakultas dan program pascasarjana resmi dikukuhkan dalam prosesi sakral yang berlangsung khidmat.

Pekalongan (03/09) - Momen wisuda Sarjana ke-52 dan Magister ke-24 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) tahun 2025 menjadi istimewa bagi Nadia Falakha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian IPK nyaris sempurna, yakni 3,99 yang sekaligus membawanya berkesempatan menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan pada Rabu, 03 September 2025.

Jakarta (31/08) - Sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Temu Nasional (TUNAS) Gusdurian 2025 dan Konferensi Pemikiran Gus Dur yang diselenggarakan pada Jumat–Minggu, 29–31 Agustus 2025, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta Gusdurian dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Tidak hanya dihadiri oleh Gusdurian yang beragama Islam, acara ini juga turut melibatkan tokoh-tokoh lintas iman dari agama Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan, yang semuanya hadir untuk merayakan nilai-nilai inklusif, kemanusiaan, dan kebangsaan yang diperjuangkan oleh Gus Dur.

Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid. Hari pertama diisi dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur, yang terdiri dari tiga sesi utama: Agama sebagai Etika Sosial, Demokrasi dan Supremasi Masyarakat Sipil, serta Keadilan Ekologi. Setiap sesi menghadirkan pembicara nasional dari berbagai latar belakang keilmuan dan aktivisme.

Dalam sambutannya, Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian, menegaskan pentingnya menginternalisasi 9 Nilai Utama Gus Dur dalam menghadapi dinamika sosial dan politik nasional. “Nilai-nilai ini bukan hanya warisan, tapi juga panduan hidup bersama dalam masyarakat majemuk,” ujar Alissa.

Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan Musyawarah Gerakan Gusdurian, yang diikuti oleh perwakilan koordinator wilayah, komunitas, Lembaga, individu, serta jejaring strategis Gusdurian dari berbagai daerah. Dalam forum ini, peserta menyampaikan laporan, evaluasi, serta rekomendasi gerakan berdasarkan dinamika lokal masing-masing. Selain itu, dilakukan pula konsolidasi jaringan wilayah untuk memperkuat sinergi antar komunitas dalam menjalankan program-program nilai Gus Dur di akar rumput.

Sebagai wujud solidaritas spiritual, seluruh peserta juga mengikuti tahlil bersama bagi para korban demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir, serta memanjatkan doa agar Indonesia tetap dalam keadaan aman, damai, dan adil.

Penyerahan Sertifikat Sekolah Pemikiran Gus Dur

Momentum istimewa terjadi pada sesi penutupan, di mana sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan secara simbolis menerima sertifikat kelulusan Sekolah Pemikiran Gus Dur yang telah mereka ikuti sejak bulan Juli 2025. Penyerahan sertifikat oleh Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menandai komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid dalam membumikan pemikiran Gus Dur dalam ranah akademik.

Jay Akhmad, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah bagi dosen untuk mendalami, memahami, dan menyebarluaskan pemikiran Gus Dur di ranah akademik.

“UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan adalah perguruan tinggi pertama yang menyelenggarakan Sekolah Pemikiran Gus Dur. Kami membuka diri untuk kerja sama dengan kampus-kampus lain yang ingin mengadakan kegiatan serupa,” tegas Jay Akhmad.

Pada penutupan kegiatan, Alissa Wahid juga membacakan rekomendasi hasil musyawarah gerakan Gusdurian, yang kemudian dititipkan kepada Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, Koordinator Wilayah, serta secara mandatoris kepada UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang menyandang nama besar Gus Dur. Penitipan mandat ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengembangkan nilai-nilai pemikiran Gus Dur di ranah akademik, sosial, dan kebangsaan.

Penulis      : Aan Fadia Annur

Editor       : Baryachi

Redaktur  : Tim Humas

Page 89 of 394
                 
UIN K.H. Abdurrahman Wahid
Kampus 1: Jl. Kusuma Bangsa No.9 Kota Pekalongan 51141
Kampus 2: Jl. Pahlawan Km.5 Rowolaku Kajen Kab. Pekalongan 51161
Telp: +62 (285) 412575
Fax : +62 (285) 423418
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…