More...
Fitriyani, Wisudawan Terbaik dari Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Sampaikan Sambutan Mengharukan
Written by HumasPekalongan (04/09) – Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menjadi momen istimewa bagi Fitriyani, wisudawan terbaik dari Program Studi S-1 Tasawuf dan Psikoterapi. Dalam kesempatan tersebut, ia didaulat menyampaikan sambutan mewakili para wisudawan.
Pekalongan (04/09) - Sebanyak 682 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti prosesi Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 pada hari kedua, Kamis (4/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Centre Kampus 2 UIN Gus Dur, Kajen ini menjadi rangkaian lanjutan dari wisuda hari pertama yang digelar sehari sebelumnya.
Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 UIN Gus Dur Pekalongan
Written by HumasPekalongan (04/09) – Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan menggelar Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 pada Kamis (04/09/2025) di Gedung Student Centre Kampus 2 UIN Gus Dur Kajen. Sebanyak 1.361 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi khidmat yang dihadiri sivitas akademika, orang tua, serta tamu undangan.
Pekalongan (04/09) – Di sela prosesi Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, menghadirkan kisah inspiratif dari Ulul Albab, wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lulus tanpa skripsi, melainkan melalui jalur publikasi karya ilmiah di jurnal terindeks Sinta 2.
Keberpihakan Menag pada Guru
Written by HumasJakarta-Sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan guru, Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A menyampaikan berbagai langkah progresif yang tengah dijalankan pemerintah. Upaya ini menegaskan bahwa peran guru tidak hanya penting sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Pekalongan (03/09) – Suasana haru menyelimuti Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) yang berlangsung pada hari ini (03/09/2025) di Gedung Student Centre. Pada prosesi tersebut, ijazah almarhum Muhammad Robi’ul Ula, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris angkatan 2021, diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga.
Pekalongan (03/09) – Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan atau yang lebih dikenal sebagai UIN Gus Dur kembali mencetak sejarah akademik dengan menggelar Wisuda Magister ke-24 dan Sarjana ke-52 pada hari ini. Sebanyak 1.361 wisudawan dari berbagai fakultas dan program pascasarjana resmi dikukuhkan dalam prosesi sakral yang berlangsung khidmat.
Wisudawan Terbaik dengan IPK Nyaris Sempurna, Nadia Falakha Sampaikan Sambutan pada Wisuda UIN Gus Dur 2025
Written by HumasPekalongan (03/09) - Momen wisuda Sarjana ke-52 dan Magister ke-24 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) tahun 2025 menjadi istimewa bagi Nadia Falakha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian IPK nyaris sempurna, yakni 3,99 yang sekaligus membawanya berkesempatan menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan pada Rabu, 03 September 2025.
17 Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Terima Sertifikat Kelulusan Sekolah Pemikiran Gus Dur dalam Temu Nasional Gusdurian 2025
Written by HumasJakarta (31/08) - Sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Temu Nasional (TUNAS) Gusdurian 2025 dan Konferensi Pemikiran Gus Dur yang diselenggarakan pada Jumat–Minggu, 29–31 Agustus 2025, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta Gusdurian dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Tidak hanya dihadiri oleh Gusdurian yang beragama Islam, acara ini juga turut melibatkan tokoh-tokoh lintas iman dari agama Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan, yang semuanya hadir untuk merayakan nilai-nilai inklusif, kemanusiaan, dan kebangsaan yang diperjuangkan oleh Gus Dur.
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid. Hari pertama diisi dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur, yang terdiri dari tiga sesi utama: Agama sebagai Etika Sosial, Demokrasi dan Supremasi Masyarakat Sipil, serta Keadilan Ekologi. Setiap sesi menghadirkan pembicara nasional dari berbagai latar belakang keilmuan dan aktivisme.
Dalam sambutannya, Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian, menegaskan pentingnya menginternalisasi 9 Nilai Utama Gus Dur dalam menghadapi dinamika sosial dan politik nasional. “Nilai-nilai ini bukan hanya warisan, tapi juga panduan hidup bersama dalam masyarakat majemuk,” ujar Alissa.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan Musyawarah Gerakan Gusdurian, yang diikuti oleh perwakilan koordinator wilayah, komunitas, Lembaga, individu, serta jejaring strategis Gusdurian dari berbagai daerah. Dalam forum ini, peserta menyampaikan laporan, evaluasi, serta rekomendasi gerakan berdasarkan dinamika lokal masing-masing. Selain itu, dilakukan pula konsolidasi jaringan wilayah untuk memperkuat sinergi antar komunitas dalam menjalankan program-program nilai Gus Dur di akar rumput.
Sebagai wujud solidaritas spiritual, seluruh peserta juga mengikuti tahlil bersama bagi para korban demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir, serta memanjatkan doa agar Indonesia tetap dalam keadaan aman, damai, dan adil.
Penyerahan Sertifikat Sekolah Pemikiran Gus Dur
Momentum istimewa terjadi pada sesi penutupan, di mana sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan secara simbolis menerima sertifikat kelulusan Sekolah Pemikiran Gus Dur yang telah mereka ikuti sejak bulan Juli 2025. Penyerahan sertifikat oleh Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menandai komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid dalam membumikan pemikiran Gus Dur dalam ranah akademik.
Jay Akhmad, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah bagi dosen untuk mendalami, memahami, dan menyebarluaskan pemikiran Gus Dur di ranah akademik.
“UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan adalah perguruan tinggi pertama yang menyelenggarakan Sekolah Pemikiran Gus Dur. Kami membuka diri untuk kerja sama dengan kampus-kampus lain yang ingin mengadakan kegiatan serupa,” tegas Jay Akhmad.
Pada penutupan kegiatan, Alissa Wahid juga membacakan rekomendasi hasil musyawarah gerakan Gusdurian, yang kemudian dititipkan kepada Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, Koordinator Wilayah, serta secara mandatoris kepada UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang menyandang nama besar Gus Dur. Penitipan mandat ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengembangkan nilai-nilai pemikiran Gus Dur di ranah akademik, sosial, dan kebangsaan.
Penulis : Aan Fadia Annur
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Humas
Jakarta (31/08) - Sebanyak 17 dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) resmi diwisuda oleh Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara Temu Nasional (Tunas) ke-6 yang bersamaan dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur perdana di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

