More...
Wisudawan Terbaik dengan IPK Nyaris Sempurna, Nadia Falakha Sampaikan Sambutan pada Wisuda UIN Gus Dur 2025
Written by HumasPekalongan (03/09) - Momen wisuda Sarjana ke-52 dan Magister ke-24 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) tahun 2025 menjadi istimewa bagi Nadia Falakha, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian IPK nyaris sempurna, yakni 3,99 yang sekaligus membawanya berkesempatan menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan pada Rabu, 03 September 2025.
17 Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Terima Sertifikat Kelulusan Sekolah Pemikiran Gus Dur dalam Temu Nasional Gusdurian 2025
Written by HumasJakarta (31/08) - Sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan Temu Nasional (TUNAS) Gusdurian 2025 dan Konferensi Pemikiran Gus Dur yang diselenggarakan pada Jumat–Minggu, 29–31 Agustus 2025, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta Gusdurian dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Tidak hanya dihadiri oleh Gusdurian yang beragama Islam, acara ini juga turut melibatkan tokoh-tokoh lintas iman dari agama Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga penghayat kepercayaan, yang semuanya hadir untuk merayakan nilai-nilai inklusif, kemanusiaan, dan kebangsaan yang diperjuangkan oleh Gus Dur.
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid. Hari pertama diisi dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur, yang terdiri dari tiga sesi utama: Agama sebagai Etika Sosial, Demokrasi dan Supremasi Masyarakat Sipil, serta Keadilan Ekologi. Setiap sesi menghadirkan pembicara nasional dari berbagai latar belakang keilmuan dan aktivisme.
Dalam sambutannya, Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian, menegaskan pentingnya menginternalisasi 9 Nilai Utama Gus Dur dalam menghadapi dinamika sosial dan politik nasional. “Nilai-nilai ini bukan hanya warisan, tapi juga panduan hidup bersama dalam masyarakat majemuk,” ujar Alissa.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan Musyawarah Gerakan Gusdurian, yang diikuti oleh perwakilan koordinator wilayah, komunitas, Lembaga, individu, serta jejaring strategis Gusdurian dari berbagai daerah. Dalam forum ini, peserta menyampaikan laporan, evaluasi, serta rekomendasi gerakan berdasarkan dinamika lokal masing-masing. Selain itu, dilakukan pula konsolidasi jaringan wilayah untuk memperkuat sinergi antar komunitas dalam menjalankan program-program nilai Gus Dur di akar rumput.
Sebagai wujud solidaritas spiritual, seluruh peserta juga mengikuti tahlil bersama bagi para korban demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir, serta memanjatkan doa agar Indonesia tetap dalam keadaan aman, damai, dan adil.
Penyerahan Sertifikat Sekolah Pemikiran Gus Dur
Momentum istimewa terjadi pada sesi penutupan, di mana sebanyak 17 dosen dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan secara simbolis menerima sertifikat kelulusan Sekolah Pemikiran Gus Dur yang telah mereka ikuti sejak bulan Juli 2025. Penyerahan sertifikat oleh Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, menandai komitmen UIN K.H. Abdurrahman Wahid dalam membumikan pemikiran Gus Dur dalam ranah akademik.
Jay Akhmad, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah bagi dosen untuk mendalami, memahami, dan menyebarluaskan pemikiran Gus Dur di ranah akademik.
“UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan adalah perguruan tinggi pertama yang menyelenggarakan Sekolah Pemikiran Gus Dur. Kami membuka diri untuk kerja sama dengan kampus-kampus lain yang ingin mengadakan kegiatan serupa,” tegas Jay Akhmad.
Pada penutupan kegiatan, Alissa Wahid juga membacakan rekomendasi hasil musyawarah gerakan Gusdurian, yang kemudian dititipkan kepada Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian, Koordinator Wilayah, serta secara mandatoris kepada UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang menyandang nama besar Gus Dur. Penitipan mandat ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengembangkan nilai-nilai pemikiran Gus Dur di ranah akademik, sosial, dan kebangsaan.
Penulis : Aan Fadia Annur
Editor : Baryachi
Redaktur : Tim Humas
Jakarta (31/08) - Sebanyak 17 dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) resmi diwisuda oleh Direktur Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, dalam acara Temu Nasional (Tunas) ke-6 yang bersamaan dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur perdana di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Pekalongan (02/09) - Career Development Center (CDC) UIN Gus Dur kembali menyelenggarakan Workshop Karir bagi calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir. Kali ini, CDC menghadirkan Muhammad Rizza Akbar, S.Psi., CHt, CHRG, CPOD., seorang Talent Management and Organization Development Specialist, sebagai narasumber utama dalam sesi bertajuk “From Campus to Career: Building Skills for a Competitive Job Market”.
Pekalongan (02/09) - Menjelang pelaksanaan wisuda, Universitas Islam Negeri (UIN) Gus Dur Pekalongan menggelar Workshop Persiapan Kerja Calon Wisudawan Tahun 2025 dengan tema “From Campus to Career: Building Skills for a Competitive Job Market.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Career Development Center (CDC) UIN Gus Dur dan diikuti oleh ratusan calon wisudawan dari berbagai fakultas.
UIN Gus Dur Menjadi Peserta Terbanyak dalam Konferensi Pemikiran Gus Dur di Jakarta
Written by HumasJakarta (01/09) – Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) mencatatkan diri sebagai peserta terbanyak dalam Temu Nasional (Tunas) ke-6 yang digelar bersamaan dengan Konferensi Pemikiran Gus Dur perdana. Delegasi UIN Gus Dur berjumlah 40 peserta, terdiri atas Rektor Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Wakil Rektor III Prof. Dr. Hj. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Maghfur, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Prof. Dr. Muhlisin, M.Ag., 18 dosen, serta 18 mahasiswa aktif dan jaringan gusdurian Pekalongan.
Sekolah Pemikiran Gus Dur Raih Apresiasi dalam Acara Temu Nasional Jaringan Gusdurian
Written by HumasJakarta - Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) melalui program Sekolah Pemikiran Gus Dur mendapat penghargaan sebagai sekolah perdana dalam Temu Nasional Jaringan Gusdurian. Apresiasi berupa sertifikat ini diserahkan pada acara yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 29-31 Agustus 2025. Sekolah Pemikiran Gus Dur sendiri telah diadakan sebelumnya, tepatnya pada 8-9 Juli 2025, dengan tujuan mengajak para dosen memahami sembilan nilai utama Gus Dur.
Gus Dur Center for Humanitarian Studies Persembahkan Buku Islam Garis Jenaka pada Acara Tunas Gusdurian 2025
Written by HumasJakarta (31/08) - Kehadiran buku Islam Garis Jenaka dalam gelaran Tunas Gusdurian 2025 menjadi penanda penting bagi lahirnya kesadaran akademik untuk merawat dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan Gus Dur. Buku ini merupakan karya kolektif dosen-dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan(UIN Gus Dur) yang sebelumnya mengikuti Sekolah Pemikiran Gus Dur yang merupakan sekolah pemikiran pertama di Indonesia yang secara khusus diikuti para akademisi.
Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Wisuda Lulus Sekolah Pemikiran Gus Dur dan Terbitkan Buku pada Acara TUNAS 2025
Written by HumasJakarta (31/08) - Sebanyak 18 dosen Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menoreh prestasi membanggakan dalam acara Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian & Konferensi Pemikiran Gus Dur 2025. Mereka secara resmi telah lulus Sekolah Pemikiran Gus Dur (SPGD) dan menerima sertifikat kelulusan yang diserahkan di akhir acara tersebut. Para dosen setelah pendampingan intensif dari mentor, berhasil menyusun dan menerbitkan buku kolektif yang berjudul “Islam Garis Jenaka” yang mengangkat pemikiran Gus Dur dari berbagai perspektif. Buku ini sebagai bentuk kontribusi intelektual dan juga media untuk meneruskan nilai-nilai Gus Dur kepada generasi muda.
Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Teguhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan di Tunas Gusdurian 2025
Written by HumasJakarta (30/08) - Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) menghadiri Forum Rektor dalam rangkaian acara Temu Nasional (Tunas) Gusdurian 2025. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen UIN Gus Dur dalam mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan sebagai kelanjutan dari kegiatan BIM (Bali Interfaith Movement) yang menghadirkan berbagai pimpinan di perguruan tinggi.

