Tak heran banyak mahasiswa tertarik untuk bergabung melanjutkan kuliah UIN Gus Dur Pekalongan, terhitung dari 2624 mahasiswa yang menjadi peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2024 berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti; Jakarta, Bekasi, Bandung, Palembang, Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat. Selain itu banyak mahasiswa dari luar negeri melanjutkan studi di UIN Gus Dur, diantaranya; Malaysia, Nigeria, dan Thailand.
Salah satu mahasiswa yang berasal dari Slangor, Malaysia, Nur Fadzilah mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dalam wawancara secara langsung disela mengikuti PBAK menuturkan bahwa keminatanya di bidang psikologi yang berbasis islam membawanya akhirnya datang dan menjadi mahasiswa UIN Gus Dur.
“Selain disini ada keminatan saya di Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, disini juga menerapkan tentang kampus yang tinggi toleransi dan moderasi beragama,” ungkapnya.
Selain Nur Fadzila ada juga Amira Sadiki yang berasal dari Indonesia timur yaitu Kaimana, Papua Barat. Ia mengatakan kampus UIN Gus Dur merupakan kampus yang istimewa
“Saya ingin menambah relasi dan pengetahuan karena di kampus ini terdapat berbagai macam background mahasiswa yang tidak hanya dari sekitaran pekalongan saja,” tuturnya.
UIN Gus Dur Pekalongan berkomitmen agar memberikan pelayanan terbaik yang berkeadilan tanpa membedakan suku maupun bangsa, sesuai tagline UIN Gus Dur yaitu unggul, humanis, dan moderat.
Kontributor : Viola Tajzahra Mafien
Editor : Anik Maghfiroh

