Dalam amanatnya, Rektor mengajak seluruh mahasiswa baru 2022 dan sivitas akademika UIN Gusdur untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan negeri yang indah dan damai bernama Indonesia. Rektor membandingkan kondisi Indonesia dengan kondisi sejumlah negara di Timur Tengah. Menurutnya, banyak masyarakat di Timur Tengah saat ini masih hidup dalam ketakutan dan kecemasan sebagai akibat dari perang yang berkepanjangan. Oleh karena itu, Rektor berpesan agar generasi sekarang mampu menjaga kerukunan di tengah kemajemukan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang mendatangkan kemanfaatan.

Selanjutnya, Rektor juga meminta mahasiswa baru 2022 dan seluruh warga kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid untuk meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa terdahulu, khususnya Gus Dur yang saat ini namanya telah dipatenkan sebagai nama kampus. Rektor menyebut setidaknya ada 3 (tiga) warisan Gus Dur yang perlu terus dijaga, yaitu humanisme, pluralisme dan pribumisasi. Gus Dur adalah figur yang konsisten membela hak-hak kemanusian masyarakat akar rumput dan kelompok minoritas; Gus Dur adalah sosok yang terbuka dan interaktif dengan semua golongan terlepas dari agama dan kepercayaan mereka; Gus Dur adalah pribadi yang menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal. “Di manapun berada, kita harus selalu mengingat bumi kita Indonesia,” pungkasnya.
Upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 bersama dengan mahasiswa baru 2022 dan seluruh pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan UIN K.H. Abdurrahman Wahid berlangsung dengan lancar. Seluruh peserta upacara tampak khidmat mengikuti rangkaian upacara. Sebelum pembacaan doa, Rektor secara simbolik meluncurkan Gerakan Infaq Seribu (GIS) untuk mendukung pembangunan Masjid Agung UIN K.H. Abdurrahman Wahid di kompleks kampus Kajen.
Reporter : Muhammad Jauhari Sofi
Editor : Dimas Prasetya
Redaktur : Humas Bagian Umum

